Imbas utang membengkak karena cicilan tak terbayar, artis Jessica Iskandar kini terpaksa menjual rumahnya.Keputusan istri Vincent Verhaag itu yang terpaksa harus menjual rumahnya demi membayar cicilan itu.
Seperti diketahui, keluarga Jessica Iskandar dan Vincent Verhaag ditimpa musibah.
Kini Jessica Iskandar dan Vincent Verhaag harus pintar memutar keuangan keluarga mereka.
Ini terjadi karena uangnya sudah ludes ditipu.
Memang, Jessica Iskandar beberapa waktu yang lalu kehilangan uang Rp10 Miliar lantaran ditipu Christoper Stefanus.
Uang Rp 10 miliar tersebut ternyata berupa belasan mobil milik Jessica Iskandar yang dibawa kabur temannya tersebut.
Dibawa kabur temannya, Jessica Iskandar hingga saat ini tidak tahu dimana letak belasan mobil miliknya.
Belum juga selesai kasus itu, Jessica Iskadar saat ini kebingungan membayar cicilan.
Cicilan Jessica Iskandar ini juga masih bertahun-tahun lagi untuk lunas.
"Aku berusaha gimana caranya beban cicilan itu, gak membebani keluarga aku dan juga keluarga besar aku," ujar Jessica Iskandar dikutip dari kanal YouTube pribadinya, 20 September 2022.
Tolak tawaran kerja di Jakarta
KEUANGAN menjadi salah satu masalah besar yang tengah dihadapi oleh artis Jessica Iskandar. Kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh mantan rekan bisnisnya, sukses membuat dirinya rugi hingga miliaran rupiah.
Akibatnya, Jedar terpaksa harus menjual aset-aset miliknya. Salah satunya, ialah rumah miliknya yang terletak di Jakarta.
Meski sedang mengalami masa-masa sulit, namun wanita yang akrab disapa Jedar itu tidak ingin kembali ke Jakarta untuk bekerja. Pasalnya kini dia sudah menetap di Bali bersama keluarga kecilnya.
"Sebenarnya bukannya nggak mau kerja di Jakarta sih, tapi di Bali aku merasa lebih sehat. El juga sudah sekolah di Bali," ujar Jedar seperti dikutip dari kanal YouTube Jessica Iskandar, Kamis (22/9/2022).
Disamping itu, Jessica memiliki riwayat penyakit Graves Diseases Hyperthyroid Autoimmune yang bisa kambuh kapan saja. Karena penyakit itu dia tidak boleh lelah dan stres.
"Di Jakarta biasanya tawaran kerja selalu ada dan biasanya nanti nggak tau kenapa aku anti nolak kerjaan, jadi pasti aku ambil. Di Jakarta aku pasti kerja terus capek dan gampang stres. Apalagi ada bayi dan masih nyusuin," tuturnya.
Menurutnya, dengan dia berada di Jakarta jiwanya untuk bekerja sangat bergejolak, hal itu pasti sangat mengkhawatirkan terutama mengenai kondisi kesehatan fisik dan mentalnya.
"Dengan di Bali aku bisa lebih rileks nggak terlalu fokus. Jadi jangka pendek aku memutuskan tinggal di sini," imbuhnya.***
0 Comments