Timsus Polri telah merampungkan rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat pada Selasa (30/8). Rekonstruksi dilakukan di rumah pribadi, salah satu aula di samping rumah pribadi dan rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.
Total ada 74 adegan yang diperagakan, dimulai dari rumah pribadi hingga rumah dinas. Adegan per adegan juga diperagakan oleh lima tersangka yakni Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada E, Bripka RR dan Kuat Maruf. Salah satunya adalah adegan pistol Ferdy Sambo terjatuh.
Namun ada yang menarik dari rekonstruksi kemarin pada celana yang dikenakan Ferdy Sambo. Masyarakat menyoroti penampakan mirip wajah di celana Ferdy Sambo.
Melansir dari berbagai sumber, Kamis (31/8), simak ulasan informasinya berikut ini.
Rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat menjadi sorotan publik. Cuplikan adegan demi adegan tersebar luas di media sosial.
Namun ada yang menarik dari rekonstruksi kemarin pada celana yang dikenakan Ferdy Sambo. Masyarakat menyoroti adanya penampakan mirip wajah di celana tersebut.
Penampakan tersebut langsung ramai menjadi sorotan publik. Bahkan, penampakan ini juga disoroti oleh salah seorang TikToker pemilik akun widi4ny4idag3lanpolitik.
"Coba perhatikan gambar yang ada di kakinya ini. Coba kalian ambil dan comot kembali video reka ulang ini ketika dia (Ferdy) ada di luar. Di sini ada gambar orang di bagian betis, bawah dengkul," jelasnya dalam video.
Hal ini sontak menjadi perbincangan hangat publik. Beragam komentar pun membanjiri unggahan tersebut.
"ia jlas ada muka bnr bunda๐," tulis akun linayuliana1973.
"kirain apaan...itu sih kebetulan aja x, gue jg liat kelopekan cat di tembok kayak kepala org..biasa ajaaahh ๐," tulis akun rinie801.
"kyny itu kebetulan jd mirip muka," tulis akun sun261181.
"iya jelas seram.....kayaknya sebuah kebetulan...allahualam," tulis akun Win.Winarish.
"iya itu muka ๐ณ," tulis akun sitimaemunah835.
"iya bener... jelas sekali," tulis akun ratnalel19.
"Itu cuma efek psikologis ya guys. Namanya FENOMENA PAREIDOLIA. Pareidolia adalah sebuah fenomena psikologis dimana kita dapat mengenali suatu bentuk, pola, atau objek tertentu pada benda mati. Contohnya wajah," tulis akun Mbiim.
Penampakan wajah di celana Ferdy Sambo ini terekam dalam cuplikan video adegan rekonstruksi 54 E. Video ini memeragakan adegan ketika pistol yang digenggam oleh Ferdy Sambo sempat terjatuh.
Mengenakan baju tahanan Bareskrim Polri berwarna oranye, Ferdy Sambo melakukan adegan rekonstruksi turun dari mobil. Kemudian dilanjutkan pada adegan pistol hitam yang sempat terjatuh di genggamannya. Dia kemudian mengambil pistol tersebut.
Tampak Ferdy Sambo sudah menggunakan sarung tangan pada tangan kirinya. Setelah mengambil pistol yang terjatuh, Ferdy Sambo memasuki rumah dinasnya.
Menariknya, pada rekonstruksi tersebut terlihat masih ada polisi yang memanggil Ferdy Sambo dengan sebutan Jenderal. Sikap nya pun juga menjadi sorotan. Seperti terlihat dalam cuplikan video yang sama, polisi yang mengenakan kaos merah ini masih memanggil Ferdy Sambo dengan sebutan Jenderal.
"Tapi setiap senti nya benar Jenderal ya?," tanya polisi ini kepada Ferdy Sambo terkait adegan pistol jatuh sambil agak membungkuk.
"Iya," jawab Ferdy Sambo.
Bukan hanya panggilan saja. Netizen juga menyoroti sikap para polisi ini kepada tersangka Ferdy Sambo. Terlihat dalam video adegan rekonstruksi 54 E yang tersebar luas, bagaimana sikap sopan para polisi ini kepada Sambo.
Netizen menyoroti gestur tubuh anggota polisi yang santun dan agak sedikit membungkuk serta menunduk saat bertanya atau berbicara pada Sambo. Tak cuma itu, ada juga terdengar Sambo masih dipanggil dengan panggilan 'bapak' oleh seorang polisi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan tidak ada penyidik yang takut dengan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo. Hal ini karena yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka.
"Ditakutin apanya, sudah jadi tersangka, di-PTDH dan ditahankan," kata Dedi saat dikonfirmasi, di Jakarta, Rabu (31/8).
Terkait hal itu, Dedi pun meminta semua pihak untuk tidak menanggapi semua informasi yang tidak ada kaitannya dengan penanganan perkara pembunuhan Brigadir J. Dia menilai bahwa orang-orang yang menyebarkan informasi tersebut hanya untuk pencitraan di tengah tingginya perhatian publik terhadap kasus Brigadir J.
"Ngapain semua ditanggapin to. Mereka-mereka itu hanya mau panjat sosial (pansos) dan terkenal, wis ra penting to," kata Dedi lagi. merdeka.com


0 Comments