Politikus Partai Gerindra Arief Poyuono mengungkap ramalan Jawa perihal sosok pemimpin masa depan bangsa Indonesia.

Arief menyebut bahwa Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan yang sejauh ini elektabilitasnya tinggi di berbagai survei tak cocok menjadi presiden.

Hal ini berdasarkan ramalan Jawa yang dikenal dengan istilah 'Wahyu Makutoromo'. Ramalan itu sejak dulu dipercaya oleh masyarakat Jawa untuk menentukan pemimpin.

Untuk diketahui, Wahyu Makutoromo merupakan sebuah petunjuk mengenai sosok yang dianggap cocok menjadi pemimpin.

Dalam Wahyu Makutoromo ini terdapat 8 sosok yang dianggap cocok menjadi pemimpin. Sosok itu berdasarkan weton kelahiran. Seseorang dianggap cocok jadi pemimpin bila wetonnya sesuai dengan Wahyu tersebut.

Adapun 8 weton menurut Wahyu Makutoromo yang cocok menjadi presiden adalah Senin kliwon, Selasa pahing, Selasa wage, Rabu legi, Rabu pon, Kamis pon, Kamis wage, dan Sabtu kliwon.

"Sesuai weton kelahirannya, Ganjar Pranowo tidak masuk sebagai penerima Wahyu Makutoromo. Kalau gak salah Mas Ganjar itu kelahirannya 28 Oktober 1968, jadi weton dia itu nggak masuk ke dalam 8 weton penerima Wahyu Makutoromo," jelas Arief dikutip dari YouTube Total Politik, Selasa (27/12/2022).

Hal serupa juga dialami Anies Baswedan. Menurut Arief, mantan Gubernur DKI Jakarta yang lahir pada 7 Mei 1969 itu tak masuk ke dalam weton penerima Wahyu Makutoromo. Weton kelahiran Anies Baswedan diketahui Rabu kliwon.

"Anies nggak bisa (jadi presiden) karena wetonnya gak masuk Wahyu Makutoromo," ucapnya.


Lebih lanjut Kang Mas--sapaan akrab Arief Poyuono--menjelaskan bahwa jika Ganjar dan Anies tetap dipaksakan menjadi presiden maka akan muncul mara bahaya bagi Indonesia.

"Wahyu Makutoromo itu turun kepada seseorang di saat negara akan menghadapi goro-goro (huru-hara), itu dari Tuhan langsung, wahyu kepemimpinan," terang Kang Mas.

"Kalau mau kita lihat bisa terjadi goro-goro gak? Sangat bisa, 2023 itu kan ancaman krisis global. Apakah kita bisa lewat dari krisis global ini? Kalau tidak kan bisa jadi goro-goro terhadap ekonomi," sambungnya.

Lanjutnya, krisis ekonomi dapat juga menyebabkan huru-hara politik yang bisa memecah belah bangsa.

Sehingga menurut Kang Mas, Wahyu Makutoromo ini sebuah petunjuk agar masyarakat memilih pemimpin yang bisa menghindari negara dari goro-goro. populis.id