Balita 5 tahun bernama Azka selamat dari gempa bumi 5,6 SR yang melanda Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11). Ia berhasil dievakuasi usai terjebak tiga hari di reruntuhan bangunan. Proses evakuasi Azka mencuri perhatian.

Azka merupakan penyintas gempa bumi asal Kampung Rawa Cina, Desa Nagrak, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, yang merupakan daerah terparah dilanda gempa bumi.

Kini ia mendapat perawatan di RSUD Cianjur, sejak Rabu (23/11). Berikut 6 fakta penyelamatan Azka yang berlangsung dramatis.

Berhasil Dikeluarkan dari Puing Bangunan Rumahnya


Dikutip dari akun Instagram @damkarbogorkab, Kamis (24/11) proses penyelamatan Azka di reruntuhan rumahnya berhasil diabadikan.

Sejumlah petugas gabungan seperti Damkar, TNI, Polri dan unsur lain, perlahan membongkar tembok beton yang bertumpuk. Tak berapa lama, tubuh mungilnya berhasil diangkat oleh petugas setelah puing dibongkar.

Azka langsung digendong oleh relawan yang tak bisa tak bisa menyembunyikan haru sekaligus bahagia.

“Alhamdulillah Di pencarian hari ke 3 yang di lakukan oleh tim gabungan, berhasil menyelamatkan seorang anak yang berusia 5 tahun, Azka namanya dia tertimpa reruntuhan sejak hari kejadian gempa , dan subhanallah berhasil di selamatkan dalam keadaan hidup,” tulis akun Damkar Kabupaten Bogor.

Berhasil Selamat Walau Tidak Makan dan Minum

Selama 60 jam, Azka terjebak di reruntuhan rumahnya. Selama itu pula, Azka terus bertahan walau tanpa makan dan minum. Saat dievakuasi, Azka langsung diberi minum dan dibawa ke fasilitas kesehatan agar bisa segera tertangani.

Pencarian Azka diketahui mulai dilakukan pada hari Rabu (23/11) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB melalui pemetaan di wilayah Kecamatan Cugenang.

Salah satu alasan pencarian difokuskan di sana, lantaran kondisinya paling parah dan masih banyak korban yang belum ditemukan.

"Diselamatkan" Tembok
Menurut informasi dari relawan, Azka berhasil selamat lantaran tertahan tembok yang melindungi dirinya. Tembok tersebut menahan reruntuhan puing, sehingga tidak mengenai tubuh Azka.

Selama tiga hari Azka bertahan hidup di tempat sempit, yang terbentuk dari reruntuhan tembok rumahnya.

Kini, Azka telah menjalani perawatan di tenda C, yang merupakan ruang perawatan medis darurat milik RSUD Kabupaten Cianjur.

Perawatan dilakukan di luar bangunan gedung, karena khawatir akan adanya gempa susulan. Walau begitu, proses penanganan medis juga dilakukan sesuai SOP kesehatan.

Titik Penyelamatan Azka Berdasarkan Petunjuk Sang Paman

Saat pencarian mulai dilangsungkan, tim relawan segera berpencar untuk menyisir area Kecamatan Cugenang yang penuh dengan reruntuhan bangunan.

Paman Azka, Wahyudi (29) mengarahkan tim relawan untuk mencari keponakannya. Hal ini berdasarkan ingatannya, di mana lokasi terakhir Azka berada sebelum gempa.

Menurut Wahyudin, siang itu Azka tidur di kamar sendirian sehingga informasi ini yang menjadi titik terang.

"Kan kalau jam-jam segitu, Azka itu biasanya tertidur di kamarnya sendirian," ujar Wahyudin, mengutip ANTARA.

Ibu Kandung Meninggal Dunia dan Sang Nenek Masih Hilang

Sayangnya, kebahagiaan Wahyudin dan Azka tidak lengkap, ibu kandung Azka ditemukan meninggal dunia pada Selasa (22/11) lalu. Sang nenek juga masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.

Sementara sang ayah, dikabarkan selamat dan kini dalam perjalanan dari Bandung, menuju Cianjur. Wahyudin menduga jika nenek Azka masih tertimbun reruntuhan puing rumahnya, lantaran di kediamannya Azka hanya tinggal bertiga bersama ibu dan neneknya.

Pencarian terus dilanjutkan dengan bantuan alat, untuk membobol tembok serta bangunan rumah di Cugenang.

Dijenguk Jenderal Andika dan Mahfud MD

Kabar selamatnya Azka sampai ke telinga pejabat yang berkunjung ke wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Beberapa yang datang di antaranya, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, yang disusul Menko Polhukam Mahfud MD di RSUD Kab Cianjur.

Mereka mendengarkan kisah penyelamatan Azka yang dramatis, dan berlangsung haru.

"Kasihan (Azka) ini," ucap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM Mahfud MD, saat menjenguk Azka.

Penyelamatan Azka menjadi secercah harapan bagi para relawan dan tim penyelamat untuk mencari korban-korban lainnya yang masih hilang.